
Ada sensasi tertentu saat kamu melangkah masuk dan semua orang tahu nama kamu. Tukang parkir nyapa. Pelayan senyum. Barista mengenang kamu. Manajer menyambut kamu seperti teman lama. Tempat bisa kafe, restoran, atau toko roti di ujung gang. Prinsipnya sama.
Kamu tidak perlu jadi konglomerat. Yang kamu butuhkan: jadi manusia yang menyuntikkan jiwa ke dunia. Masuk. Sapa. Senyum. Belajar membuat percakapan yang nyata. Tanya dengan rasa ingin tahu yang tulus. Kadang kamu akan kaget seberapa jauh hal sederhana ini membawa kamu.
Aku menyebut tempat seperti ini home base. Tempat kamu bisa bawa meeting bisnis, kencan, dan merasa seperti raja. Gampang bilang kamu kenal pemiliknya. Tapi masuk ke home base di mana semua orang memperlakukan kamu dengan luar biasa? Itu berbicara sendiri. kamu tidak perlu banyak omong.
Kalau pernah nonton serial tv komedi Seinfeld, mereka punya home base untuk mengumpul di tempat biasa mereka ngopi.
Biasanya ini terjadi secara natural kalau kamu sering ke tempat yang sama. Tapi ada beberapa prinsip yang bisa mempercepat prosesnya.
Frekuensi itu kunci. kamu bisa membuat kesan fantastis dalam satu kunjungan, terutama kalau ada percakapan yang memorable. Tapi kalau kamu mau home base di mana multiple staff mengenal kamu? Datang berkali-kali. Mereka melayani ratusan, kadang ribuan orang per hari. kamu perlu usaha untuk membekas.
Tanya apa yang enak. Kunjungan pertama, selalu tanya bestseller mereka. Tanya rekomendasi personal dari pelayan. Coba. Kasih feedback jujur malam itu juga atau kunjungan berikutnya.
Small talk itu seni. Semua orang bilang benci small talk. Kebanyakan karena mereka tidak bisa melakukannya. Tidak ada percakapan mendalam tanpa small talk. Ini gerbang ke hubungan apapun yang bermakna. kamu perlu menguasai cara bermain dengan small talk. Harus mengalir natural. Bahas apa yang terjadi di komunitas kamu atau dunia luar. Tanya tentang hal-hal menarik di tempat itu. Kalau semua gagal, cuaca selalu jadi backup.
Jangan tip dengan ekspektasi. Kesalahan terbesar pria, terutama yang punya uang berlebih: mereka pikir tip adalah segalanya. “Selama aku kasih tip gila-gilaan setiap datang, aku harus dapat servis luar biasa, kan?” Salah. Mereka akan melihat tembus. Semua jadi palsu. Senyum palsu. Servis palsu. Itu tidak menyenangkan.
0.Santai saja. Yang kamu mau lakukan: bersikap acuh tak acuh soal tip. Pastikan kamu bawa cash. Jangan pernah menghitung uang dengan berlebihan dan membuat tip jadi pertunjukan. Kuasai seni gerakan halus. Hitung beberapa lembar di kamar mandi, simpan di saku belakang. Terima kasih ke pelayan atas servisnya, slip uang ke tangan mereka dengan halus. Kadang tidak bisa dihindari untuk mengeluarkan dompet, tapi selalu usahakan sediskrit mungkin.
Catatan: budaya berbeda memperlakukan tip berbeda. Di dunia barat, tip itu diharapkan dan tidak ada service charge. Pastikan kamu tip dengan pantas, lebih kalau memang layak. Perdebatan apakah tip harus expected atau tidak itu urusan lain.
Pemilik. Hal yang kebanyakan orang salah: kamu tidak perlu bicara dengan pemilik. Kenal pemilik dalam banyak kasus tidak membantu. Bahkan kalau kamu kenal, jangan pernah bilang langsung ke pelayan. Terkesan aneh. kamu kenal pemilik, terus? kamu mau bilang kamu layak perlakuan spesial karena itu? Cara mendapat perlakuan itu: perlakukan setiap valet, setiap pelayan, seperti mereka orang terpenting di dunia saat kamu berbicara dengan mereka.
Datang di luar jam sibuk. Waktu itu penting. Aku biasanya lebih suka masuk ke kafe yang mau aku kunci di siang hari hari kerja, saat aku butuh piccolo tambahan untuk menulis. Untuk restoran, weekday dinner dan hindari Jumat sampai Minggu. kamu harus pergi ke tempat baru setidaknya sekali atau dua kali sendirian sebelum bawa orang lain. kamu harus memutuskan apakah tempat ini worth waktu kamu. Bagaimana makanannya? Ambience? Tempat duduk? Pencahayaan? Lokasi? kamu yang memutuskan apakah layak. Hal terburuk adalah punya tempat terkunci yang punya ambience jelek, dekor norak, servis lambat, dan makanan tidak enak. Itu memantul buruk ke kamu.
Jangan minta diskon. Merusak vibes. kamu bisa bercanda soal itu, tapi kalau tidak landing dan ditolak? Awkward. Saat ditawari diskon, selalu bilang mereka terlalu baik dan berterima kasih.
Jangan malu minta. Kalau kamu punya kursi favorit di restoran, corner booth misalnya, minta. Kalau kamu punya request spesifik untuk hidangan, minta. Tapi ingat tip dengan pantas saat mereka berusaha lebih untuk mengakomodasi kamu. Itu minimal yang bisa kamu lakukan.
Catatan: ini bukan berarti kamu jadi orang aneh dengan daftar request panjang. Itu menempatkan kamu di kategori “pelanggan sulit.” Jangan minta sesuatu yang tidak kamu butuhkan. Tulus dan sincere dengan request kamu. Siap untuk mengerti kalau mereka tidak bisa mengakomodasi. Terima kasih kalau mereka bisa. Jangan terus memaksa atau kamu akan terlihat seperti orang menyebalkan.
Haruskah menghafal nama? Lakukan hanya kalau natural untuk kamu. Kalau tidak, aneh kalau kamu terus mencoba namedrop. Terlihat seperti kamu baru baca How to Win Friends and Influence People minggu lalu dan baca cepat di weekend.
Thanks for reads, hope you enjoyed it, sharing this article on your favorite social media network would be highly appreciated 💖! Sawernya juga boleh