
Kamu lihat kebanyakan perempuan modern yang apa adanya:
Topeng. Peniru. Siren tanpa ibu yang mendengungkan kehancuran.
Tapi Kamu masih percaya cinta?
Bagus.
Karena masih ada perempuan yang bikin Kamu mau membangun bingkai.
Yang bikin Kamu meletakkan senjata.
Yang bikin Kamu menulis puisi, bukan surat pengunduran diri.
Langka? Iya.
Punah? Belum.
Tapi ini faktanya:
Kamu tidak akan menemukannya di tempat-tempat yang selama ini Kamu cari.
Dia tidak viral di TikTok. Dia tidak di klub malam.
Dia bukan cewek yang kutip ayat Alquran di statusnya lalu nungging di hari Jumat.
Tulisan ini akan menyebutkan namanya.
Mendeskripsikannya.
Dan memberikan peta.
Karena kalau Kamu tidak tahu apa yang dicari, Kamu akan mengira iblis berbaju gaun sebagai feminin yang suci.
Ada cahaya yang tidak bisa dipalsukan.
Bukan di bajunya. Bukan di bibirnya. Kamu menciumnya. Bukan parfum mahal sesuatu yang lebih halus. Seperti sabun cuci dan masakan rumah. Kulitnya tidak dipoles untuk Instagram. Tangannya sedikit kasar karena dia benar-benar mengerjakan sesuatu. Senyumnya hangat seperti kopi pagi yang tidak diminta tapi selalu tersedia.
Bukan di bajunya. Bukan di bibirnya.
Di spiritnya. Senyumnya. Kepolosannya. Seperti anak kecil.
Kamu merasakannya ketika dia masuk ruangan dan hati Kamu tenang, bukan berdebar.
Karena dia bukan kekacauan. Dia ketenangan.
Dia bukan api. Dia air.
Dia tidak berkompetisi dengan kamu. Dia percaya pada kamu. Dan dia tidak sedang berusaha jadi laki-laki.
Perempuan yang bisa dicintai tidak berisik. Dia dalam.
Dia mendengarkan. Dia mengamati.
Dan ketika dia bicara, bukan untuk mengesankan lo. Untuk menawarkan kebenaran.
Perempuan yang bisa dicintai penuh kedamaian.
Bukan zen buatan dari meditasi Instagram. Kedamaian nyata karena dia sudah melawan iblis dan menang.
Karena dia pernah hancur dan tidak menjadi pahit.
Karena Allah berbisik padanya dan dia tidak mengabaikan.
Dia bukan “manis”.
Dia baik.
Dia bukan “seksi”.
Dia cantik dan itu memancar dari matanya, bukan pahanya.
Kamu tidak mencintainya karena dia sempurna.
Kamu mencintainya karena jiwanya mengingatkan Kamu pada rumah. Dia bilang “yay” ketika tahu akan bertemu kamu. Dia melunakkan hati Kamu hanya dengan menatap matanya. Kamu ingin melindunginya saat pertama kali melihatnya. Kamu akan tahu ketika cewek itu spesial dan seluruh jiwa Kamu menginginkannya untuk diri sendiri.
Aku bicara terus terang:
Kamu bahkan tidak akan mengenalinya kalau masih kecanduan kekacauan.
Kamu akan mengabaikannya karena dia tidak memberikan dorongan adrenalin.
Kamu masih kecanduan drama.
Masih mengejar cewek yang bikin Kamu merasa tidak aman.
Masih bingung antara gairah dan racun.
Perempuan yang bisa dicintai tidak akan mengejar kamu.
Dia tidak akan memohon. Tidak akan membuktikan nilainya.
Dia akan duduk tenang seperti ratu. Dia tahu apa nilainya, percaya aku.
Dan kalau Kamu bukan raja, Kamu tidak akan punya kekuatan untuk duduk di sampingnya.
Kamu akan memanggilnya membosankan.
Kamu akan ghost dia.
Aku pernah di sana. 2019. Ada cewek yang doanya lebih lama dari makeupnya. Aku malah pilih yang lain—yang lebih “menarik”. Yang memberikan kekacauan yang familiar. Tiga tahun kemudian, aku lihat foto pernikahannya. Suaminya terlihat seperti pria yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Anak pertama mereka lahir tahun lalu. Aku masih ingat tawanya. Setiap malam.
Dan bertahun-tahun kemudian, ketika Aku sendirian, bangkrut, dan testosteron Aku habis,
Aku akan ingat tawanya dan sadar Aku menyia-nyiakan hadiah dari Allah. Aku akan merasa seperti idiot terbesar.
Dia merawat. Dia selalu menjaga sesuatu. Tanaman. Hewan peliharaan. Seseorang. Dia tidak menggugurkan semua yang dia sentuh.
Dia punya teman perempuan yang dia hormati. Kalau dia hanya nongkrong dengan laki-laki, dia ular menunggu menyerang. Kalau dia tidak akur dengan perempuan, dia tidak akur dengan dirinya sendiri.
Dia tunduk bukan karena lemah, tapi karena kuat. Perempuan yang bisa mengikuti bukan tidak punya pikiran. Dia cukup kuat untuk membiarkan Kamu memimpin.
Dia punya penghormatan terhadap Tuhannya. Bukan permata. Bukan “semesta”. Bukan vibes. Tuhan.
Dia menjaga tubuhnya. Perempuan yang membiarkan semua orang masuk tidak punya dinding. Dan perempuan tanpa dinding tidak akan pernah jadi rumah yang aman.
Dia membawa misteri. Dia tidak overshare. Hidupnya bukan luka terbuka untuk dunia dijilat. Dia tersembunyi. Begitulah perempuan dirancang.
Dia mengagumi kamu. Bukan memuja. Bukan takut. Mengagumi.
Dia tidak malas. Dia mau melakukan hal-hal untuk lo. Hadiah, masakan, banyak lagi. Bahkan membekali makan siang untuk kerja.
Dia suka bayi. Kamu melihatnya memegang anak orang lain dan sesuatu dalam dada Kamu bergerak. Sebuah Insting keibuan yang kamu rasakan darinya.
Dia sensitif terhadap segalanya. Dia menangis saat film sedih. Dia merasakan ketika lo berbohong. Sensitivitas bukan kelemahan—itu radar
Dia suka binatang.
Karena dia melihat siapa Kamu sekarang dan mau membantu membangun siapa Kamu seharusnya.
Bukan di tempat yang Kamu kira.
Dia tidak posting reels “soft life”.
Dia tidak dalam situasi menunggu Kamu berubah.
Dia tidak di halaman “For You”.
Dia off the grid, menumbuhkan sesuatu yang nyata.
Temukan dia di:
Dan kadang dia sudah mengawasimu selama ini.
Menunggu Kamu tumbuh.
Kamu mau menemukannya?
Jadilah pria yang tidak membuatnya kabur.
Karena perempuan yang bisa dicintai itu sensitif.
Bukan lemah. Intuitif secara mendalam.
Dia bisa merasakan kepengecutan di tulang kamu.
Dia bisa merasakan ketika spirit Kamu kecil.
Dia tidak akan tinggal dengan pria yang meremehkannya.
Yang membuatnya membuktikan nilainya.
Yang berkompetisi dengan femininitasnya karena dia belum membangun maskulinitasnya.
Kamu harus menjadi aman tapi tidak lembek.
Pria berbahaya dengan disiplin adalah satu-satunya yang pantas mendapatkan perempuan yang bisa dicintai.
Jadilah pelindung.
Jadilah penyedia.
Jadilah pemimpin yang berdoa sebelum bicara.
Itulah yang akan dia ikuti.
Kalau Kamu sudah menemukannya, jangan menyia-nyiakan.
Jangan main-main. Jangan mengujinya. Jangan mencoba membuatnya cemburu. Dan yang paling penting, jangan selingkuh.
Kamu tidak akan pernah pulih dari kehilangannya.
Perempuan yang bisa dicintai tidak kembali.
Dia tidak mengorbit.
Dia menghilang ke kehidupan yang tidak akan pernah Kamu jadi bagiannya lagi.
Dia akan menikahi pria yang melihatnya pertama kali.
Dan Kamu akan menontonnya membesarkan anak-anak yang indah,
sementara Kamu masih di Bumble umur 37 berusaha menggoda perempuan yang bahkan tidak mau punya anak.
Jangan jadi pria itu.
Perempuan yang bisa dicintai adalah bukti Tuhan masih punya belas kasihan.
Di dunia penuh wajah plastik, feminisme kekerasan, dan narsisme berlapis gula,
Dia lilin.
Kehangatan.
Hembusan udara.
Kalau Kamu menemukannya, tuliskan puisi untuknya.
Bangunkan rumah untuknya.
Lawan iblis untuknya dan pimpin dia melewati kegelapan.
Karena itu saja yang dia inginkan:
Pria yang bisa memikul ilmu agama
dan tetap mengangkat dagunya dengan senyuman.
Untuk perempuan yang bisa dicintai,
Aku melihat kamu.
Aku percaya pada kamu.
Kamu tidak gila karena lembut di dunia yang menyembah batu.
Kamu tidak lemah karena mendambakan perlindungan.
Kamu tidak kuno.
Kamu abadi.
Dan pria yang Kamu doakan?
Dia sedang menjadi layak untukmu.
Sekarang juga.
Dia mengasah pedangnya.
Membersihkan masa lalunya.
Meletakkan batu bata dalam keheningan.
Berdoa untuk kekuatan.
Berpuasa. Berdarah. Berjuang.
Karena dia mau memimpin Kamu ke kehidupan yang terasa seperti sepotong surga.
Bertahanlah.
Dia datang. Doakan dia. Doakan bahwa Kamu akan tahu karena Allah mendengarkan. Allah memberkatimu.
Thanks for reads, hope you enjoyed it, sharing this article on your favorite social media network would be highly appreciated 💖! Sawernya juga boleh