Literasi Quantum

Tubuh Butuh Keasaman Cuka Apel

Ini salah satu bahan dapur rekomendasiku yang bisa ngubah DNA, memaksa sel kanker balik jadi sel normal, ngebakar lemak perut tanpa ngubah diet sama sekali, dan perusahaan farmasi takut mati kalau orang tau rahasia ini.

Ini salah satu bahan dapur rekomendasiku yang bisa ngubah DNA, memaksa sel kanker balik jadi sel normal, ngebakar lemak perut tanpa ngubah diet sama sekali, dan perusahaan farmasi takut mati kalau orang tau rahasia ini.

Cuka Apel. Senjata Metabolisme yang disembunyikan.

Bukan cuka mahal dari Jepang. Bukan cuka organik dari toko sehat yang harganya setengah UMR. Cuka Apel biasa. Yang botol 50 ribuan di apotek terdekat. Yang bisa jadi campuran sambal.

Kalau ini obat, ini bakal jadi obat paling menguntungkan dalam sejarah manusia. Tapi ini bukan obat. Dan itu masalahnya. Karena tidak ada yang bisa patenkan cuka.

Sel kanker yang dipaksa menyerah

Ini laporan riset hasil dari sel kanker yang dipaksa balik jadi sel normal. Bukan dibunuh. Bukan diracun. Dipaksa. Memaksa fungsi sel aslinya kembali.

Yang melakukan ini? Asetat. Komponen utama cuka.

Prosesnya disebut asetilasi. Molekul asetat dari cuka nempel ke DNA, ngubah cara DNA itu dibaca oleh mesin molekuler di dalam sel. Ngubah ekspresi gen. Memaksa sel yang lupa identitasnya untuk ingat lagi.

Sel kanker itu sel yang lupa dia itu sel apa. Sama halnya sel kulit yang lupa fungsinya karena menjadi kanker. Demikian juga sel hati Jadi dia cuma numpuk, berkembang biak tanpa tujuan, tanpa karakteristik. Blob tanpa makna yang cuma mau hidup.

Tapi asetat dari cuka masuk, nempel ke histon (protein di inti sel tempat DNA melilit), dan buka struktur genetik itu. Paksa sel untuk baca gen yang bener. Paksa sel untuk ingat identitasnya.

Industri farmasi ngembangin obat yang disebut “Histone Deacetylase Inhibitors” untuk kanker, diabetes, inflamasi. Obat yang harganya ratusan juta. Yang Anda harus resep dari dokter spesialis.

Cuka melakukan hal yang sama. Gratis. Di botol Cuka Apel yang kadaluarsa nya lima tahun lebih.

Lemak perut yang menghilang tanpa kelaparan

Saya pernah liat Pak Toke di kampung halaman saya yang minum dua sendok makan cuka sehari. Tanpa ngubah diet. Tanpa olahraga ekstra. Delapan minggu kemudian, dia kehilangan 2,5 kilo, lingkar pinggangnya menyusut, gula darahnya turun.

Memang risetnya meunjukkan cuka ngasih target ke lemak visceral. Lemak perut yang bikin seorang pria kelihatan hamil, buncit nya gak kira kira. Lemak paling berbahaya yang Anda bisa simpan. Yang bikin peradangan. Yang bikin penyakit jantung. Yang bikin diabetes.

Kenapa cuka bisa ngerjain lemak itu? Karena cuka ngubah lemak jadi lebih aktif secara metabolik.

Lemak itu biasanya putih, diam, cuma numpuk energi kayak brankas yang tidak pernah dibuka. Tapi lemak bisa berubah. Bisa jadi coklat. Bisa jadi aktif. Bisa bakar energi sendiri.

Cuka memaksa lemak untuk produksi lebih banyak mitokondria. Bikin lemak Anda jadi jaringan yang membakar kalori, bukan cuma menyimpan.

Anda tidak perlu diet ketat. Anda tidak perlu puasa 20 jam sehari. Anda cuma butuh dua sendok makan dengan cuka apel.

Penelitian lain: enam sendok teh cuka apel per hari, tanpa ngubah pola makan apapun, menghasilkan penurunan berat 2,5 kilo, lingkar pinggang menyusut, gula darah turun. Delapan minggu.

Kedengarannya kayak iklan di TV jam 2 pagi. Tapi ini jurnal ilmiah. Ini data dari observasi manusia yang memasukkan asam asetat dalam makanannya.

Otak kita bisa melawan kegemukan

Leptin. Hormon yang diproduksi lemak, masuk ke otak kita, bilang “udah kenyang ni, berhenti makan dong.”

Tapi di orang gemuk, sistem ini rusak. Resistansi Leptin. Lemak Anda teriak-teriak lewat leptin, tapi otaknya sudah terlanjur tuli. Jadi Anda tetap merasa laper meskipun tubuh Anda penuh energi.

Penyebabnya? Peradangan di hipotalamus kita. Stres oksidatif. Terlalu banyak leptin sampai reseptornya bosan.

Tapi asetat dari cuka masuk ke hipotalamus kita. Mengembalikan sensitivitas leptin. Bikin otak kita kembali mengikutin perintah lagi apa yang lemak kita bilang.

Caranya? Lewat jalur genetik yang sama. Asetat aktifkan gen pelindung metabolik. Tingkatkan ekspresi gen antioksidan. Turunkan ekspresi gen inflamasi.

Kemudian Peradangan di otak turun. Sensitivitas leptin kembali. Nafsu makan Anda jadi wajar lagi.

Ini bukan soal kemauan. Ini tentang sistem biologis. Dan cuka ngubah biologi lo.

Gula darah yang turun setelah makan

Ini manfaat paling banyak diteliti.

Cuka nurunin gula darah setelah makan. Nurunin insulin. Nurunin trigliserida (lemak dalam darah yang bikin penyakit jantung).

Kenapa? Karena cara asetat dimetabolisme itu termasuk unik.

Ketika asetat dipecah di dalam sel, dia memproduksi AMP. Molekul ini jadi sinyal ke protein lain dalam sel untuk “gas pol metabolisme Anda.” Bakar lebih banyak energi. Produksi lebih banyak mitokondria.

Asetat juga ningkatin penyimpanan glikogen. Kapasitas otot dan hati kita untuk simpan gula ekstra. Ini penting untuk performa atletik. Penting untuk kita agar bisa tahan dari sarapan sampai makan siang tanpa gula darah kita crash.

Bahkan ada penelitian yang bilang asetat ningkatin aktivitas olahraga endurance. Orang yang konsumsi asetat perform lebih baik di cardio jarak jauh.

Batu ginjal yang tidak jadi

Lewat proses asetilasi yang sama, cuka aktifkan gen yang terlibat dalam metabolisme kalsium dan sitrat. Dua hal penting untuk cegah pembentukan batu ginjal.

Penelitian: satu sampai dua sendok makan cuka sehari potong risiko batu ginjal lebih dari 60%.

60 persennya berasal dari cuka apel.

Usus yang sembuh

Asetat itu short-chain fatty acid. Dan sel yang melapisi usus setelah makan short-chain fatty acids sebagai energi utama mereka.

Di orang dengan IBD (inflammatory bowel disease), IBS, atau cuma fungsi usus yang payah, satu hal yang selalu ditemukan: produksi short-chain fatty acids rendah.

Jadi kalau kita kasih asetat atau cuka ke diet kita, peradangan usus turun. Keseimbangan bakteri di usus kembali.

Cuka juga punya aksi anti-inflamasi langsung. Seperti aspirin. Seperti obat anti-inflamasi yang kita beli di apotek. Cuka inhibit enzim yang sama: COX dan LOX. Dua enzim yang memproduksi banyak inflamasi.

Mediator inflamasi dari enzim ini tidak cuma bikin nyeri. Mereka terlibat dalam koagulasi darah. Jadi ini bisa proteksi jantung Anda juga.

Tekanan darah yang turun

Asetat bisa bertindak sebagai anti-stres. Turunin sistem saraf simpatis. Penelitiannya juga menunjukkan ini bisa turunin tekanan darah.

Kenapa tidak ada yang cerita?

Karena cuka tidak bisa dipatenkan. Karena cuka murah.

Karena kalau orang tau cuka bisa lakukan semua ini, industri suplemen kehilangan miliaran. Industri farmasi kehilangan pasien.

Anda tidak butuh pembakar lemak seharga 500 ribu. Anda tidak butuh suplemen gula darah seharga jutaan. Sebotol Cuka Apel sudah cukup mengembalikan metabolisme tubuh anda.

Tapi tidak ada yang mau bilang soal itu. Karena tidak ada keuntungan di kebenaran ini.

Cara pake

Satu sampai dua sendok makan cuka per hari. Rekomendasiku cuka apel. Campur ke air hangat. Minum sebelum makan. Atau campur ke salad. Atau campur ke nasi.

Aku secara pribadi suka memberikan satu sendok cuka apel ke nasi goreng. Tapi Anda mungkin tidak. Tidak masalah. Campur ke sesuatu. Yang penting masuk.

Delapan minggu. Liat apa yang terjadi.


REFERENSI:

Histone Deacetylase Inhibitors and Diabetic Kidney Disease (Int J Mol Sci . 2018 Sep 5;19(9):2630. doi: 10.3390/ijms19092630.) Link

HDAC Inhibitors in Acute Myeloid Leukemia (Cancers (Basel). 2019 Nov 14;11(11):1794. doi: 10.3390/cancers11111794) Link

Acetate rescues defective brain-adipose metabolic network in obese Wistar rats by modulation of peroxisome proliferator-activated receptor-γ (Sci Rep 11, 18967 (2021). https://doi.org/10.1038/s41598-021-98605-5) Link

Dietary vinegar prevents kidney stone reccurence via epigenetic regulations (EBioMedicine . 2019 Jul:45:231-250. doi: 10.1016/j.ebiom.2019.06.004. Epub 2019 Jun 13.) Link

Apple cider vinegar for weight management in Lebanese adolescents and young adults with overweight and obesity: a randomised, double-blind, placebo-controlled study (BMJ Nutr Prev Health . 2024 Mar 12;7(1):61-67. doi: 10.1136/bmjnph-2023-000823. eCollection 2024.) Link

Daily Vinegar ingestion Improves Depression Scores and Alters the Metabolome in Healthy Adults: A Randomized Controller Trial (Nutrients. 2021 Nov 11;13(11):4020. doi: 10.3390/nu13114020) Link

Acetate supplementation restores chromatin accessibility and promotes tumor cell differentiation under hypoxia (Cell Death Dis . 2020 Feb 6;11(2):102. doi: 10.1038/s41419-020-2303-9.) Link

Effects of Acetate on Cerebral Blood Flow, Systemic Inflammation, and Behavior in Alcohol Use Disorder (Alcohol Clin Exp Res. 2021 Apr 16;45(5):922–933. doi: 10.1111/acer.14588) Link

Acetate Induces Growth Arrest in Colon Cancer Cells Through Modulation of Mitochondrial Function (Front Nutr. 2021 Apr 15;8:588466. doi: 10.3389/fnut.2021.588466) Link

Vinegar intake reduces body weight, body fat mass, and serum triglyceride levels in obese Japanese subjects (Biosci Biotechnol Biochem . 2009 Aug;73(8):1837-43. doi: 10.1271/bbb.90231. Epub 2009 Aug 7.) Link

The improvement effect of apple cider vinegar as a functional food on anthropometric indices, blood glucose and lipid profile in diabetic patients: a randomized controlled clinical trial (Front. Clin. Diabetes Healthc. 4:1288786. doi: 10.3389/fcdhc.2023.1288786) Link

Examination of the Antiglycemic Properties of Vinegar in Healthy Adults (Ann Nutr Metab (2010) 56 (1): 74–79.) Link

Vinegar reduces postprandial hyperglycaemia in patients with type II diabetes when added to a high, but not to a low, glycaemic index meal (Eur J Clin Nutr . 2010 Jul;64(7):727-32. doi: 10.1038/ejcn.2010.89. Epub 2010 May 26.) Link

Effect of neutralized and native vinegar on blood glucose and acetate responses to a mixed meal in healthy subjects (Eur J Clin Nutr . 1995 Apr;49(4):242-7.) Link

Vinegar improves insulin sensitivity to a high-carbohydrate meal in subjects with insulin resistance or type 2 diabetes (Diabetes Care . 2004 Jan;27(1):281-2. doi: 10.2337/diacare.27.1.281.) Link

The effect of white vinegar on some blood biochemical factors in type 2 diabetic patients (Journal of Diabetes and Endocrinology Vol. 4(1), pp. 1-5, January 2013) Link

Acetic acid in aged vinegar affects molecular targets for thrombus disease management (Food Funct . 2015 Aug;6(8):2845-53. doi: 10.1039/c5fo00327j. Epub 2015 Jul 20.) Link

Antihypertensive effects of acetic acid and vinegar on spontaneously hypertensive rats (Biosci Biotechnol Biochem . 2001 Dec;65(12):2690-4. doi: 10.1271/bbb.65.2690.) Link

Acetic acid feeding enhances glycogen repletion in liver and skeletal muscle of rats (J Nutr . 2001 Jul;131(7):1973-7. doi: 10.1093/jn/131.7.1973.) Link

Acetic acid enhances endurance capacity of exercise-trained mice by increasing skeletal muscle oxidative properties (Bioscience, Biotechnology, and Biochemistry, Volume 79, Issue 9, 2 September 2015, Pages 1535–1541) Link

Acetate supplementation attenuates lipopolysaccharide-induced neuroinflammation (J Neurochem. 2011 Feb 24;117(2):264–274. doi: 10.1111/j.1471-4159.2011.07198.x) Link

A high-sugar diet rapidly enhances susceptibility to colitis via depletion of luminal short-chain fatty acids in mice (Sci Rep 9, 12294 (2019).) Link

Effect of acetate supplementation on traumatic stress-induced behavioral impairments in male rats (Neurobiol Stress . 2023 Sep 19:27:100572. doi: 10.1016/j.ynstr.2023.100572.) Link